Showing posts with label cabang bulutangkis. Show all posts
Showing posts with label cabang bulutangkis. Show all posts

Wednesday, February 4, 2009

Taufik Hidayat Incar Gelar All England

Meski tak lagi bergabung dengan pemusatan latihan nasional di Cipayung, atlet bulutangkis Taufik Hidayat mengaku masih menyimpan target menjuarai All England. Turnamen legendaris ini menjadi satu-satunya gelar bergengsi yang belum pernah diraihnya.

Taufik Hidayat sudah menjadi juara dunia, Olimpiade, Asian Games, tetapi belum juara All England. Sehingga masih ada rasa penasaran. Dan meski sudah tidak di pelatnas, Taufik sudah mendaftar untuk tetap bermain di All England dan Swiss Terbuka, yang resmi mengundurkan diri dari pelatnas Jumat (30 Januari).

Selepas dari pelatnas, Taufik berencana menjadi pemain professional penuh. Dia akan mengikuti sedikitnya delapan dari 10 turnamen super series tersisa tahun ini, termasuk All England.



AddThis Feed Button

Wednesday, January 7, 2009

Atlet Pelatnas Bulutangkis, Dipanggil Secara bertahap

Ini terobosan baru pengurus PBSI yang baru. Pemanggilan pemain yang dipulangkan dari pelatnas bulutangkis di Cipayung pada 13 November 2008 akan dilakukan bertahap. Untuk tahap pertama, PB PBSI hanya memanggil 22 pemain pelatnas utama dari total 83 pemain pelatnas utama dan pratama.

Pemanggilan pertama ini diutamakan bagi mereka yang akan bertanding di turnamen Malaysia Terbuka Super Series (6-11 Januari) dan Korea Super Series (13-18 Januari). Mereka yang dipanggil adalah:
Tunggal Putra: Sony Dwi Kuncoro, Taufik Hidayat, Simon Santoso
Tunggal Putri: Maria Kristin Yulianti, Pia Zebadiah, Adriyanti Firdasari
Ganda Putra: Markis Kido/Hendra Setiawan, Rian Sukmawan/Yonathan Suryatama Dasuki, Bona Septano/Muhannad Ahsan.
Ganda Putri: Greysia Polii/Nitya Krishinda, Shendy Pusta Irawati/Meiliana Jauhari.
Ganda Campuran: Nova Widianto/Liliyana Natsir, Muhammad Rijal/Vita Marissa, Devin Lahardi/Lita Nurlita.

Untuk pelatih, PB PBSI hanya memanggil satu orang untuk setiap sector. Mereka adalah Hendrawan (tunggal putra), Marleve Mainaky (tunggal putri), Sigit Pamungkas (ganda putra), Aryono Miranat (ganda putri), dan Richard Mainaky (ganda campuran).

Menurut rencana, jumlah pemain pelatnas utama sekitar 40 orang. Dengan demikian, dari 29 orang yang belum dipanggil, akan dipilih sekitar 18 orang lagi.


AddThis Feed Button

Friday, January 2, 2009

Kepengurusan Vakum, Beberapa Pengcab PBSI Akan Dibekukan

Ini contoh kurang baiknya kepengurusan cabang olahraga yang ada di negeri ini. Yaitu, sebanyak 10 dari 38 pengurus cabang Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) di Jawa Timur terancam dibekukan karena masa kepengurusan sudah berakhir dan belum melakukan musyawarah cabang.

Sekretaris Umum Pengurus Provinsi PBSI Jawa Timur, Eddyanto Sabarfudin di Surabaya mengatakan, pengcab yang belum menggelar musyawarah antara lain Kabupaten Pasuruan, Malang, Madiun, Pacitan, Ngawi, dan Bondowoso. Menurut Eddy, jika sampai akhir Januari 2009 belum menggelar muscab, pengprov berhak memberikan sangsi berupa pembekuan organisasi.



AddThis Feed Button

Saturday, December 27, 2008

Copenhagen Masters, Indonesia Kirim 3 Wakil

Indonesia diwakili Sony Dwi Kuncoro, Maskis Kido/Hendra Setiawan, dan Adriyanti Firdasari dalam turnamen Copenhagen Masters, 27-29 Desember di Demnark.

Dikuti oleh pemain-pemain yang diundang pihak panitia, turnamen ini hanya mempertandingkan tiga nomor, yaitu tunggal putra, tunggal putrid, dan ganda putrid dan tidak memperebutkan poin untuk rangking.

Setiap nomor diikuti enam tunggal/ganda yang dibagi dalam dua grup. Setelah bermain dengan system round robin di babak penyisihan grup, peringkat teratas dari setiap grup akan berhadapan di final.



AddThis Feed Button

Tuesday, December 23, 2008

Tanpa Emas, Tim Bulutangkis Gagal di POM ASEAN

Tim bulutangkis Indonesia pulang tanpa membawa satu medali emas pun dari Pekan Olahraga Mahasiswa ASEAN XIV di Kuala Lumpur, Malaysia. Padahal cabang olahraga bulutangkis menargetkan lima medali emas atau sama dengan hasil dua tahun sebelumnya di Vietnam.

Indonesia tidak hanya gagal di nomor beregu, tetapi juga di nomor perseorangan yang berakhir Jumat (19 Desember). Tiga nomor yang masuk final hanya meraih medali perak. Andreas Aditya yang turun di final tunggal putra menyerah 17-21, 18-21 dari pebulutangkis Malaysia, M. Arif.

Nasib sama juga dialami Fransisca Ratnasari di tunggal putrid. Pemain pelatnas utama itu kalah 21-19, 10-21, dan 15-21 dari pemain nomor satu Malaysia, Julia Wong. Pasangan Fernando Kurniawan/Lingga Lee juga harus mengakui keunggulan pasangan Malaysia, M. Razif/Kiong Ten Wee, dengan skor 17-21, 17-21.



AddThis Feed Button

Friday, November 28, 2008

Jaya Raya Merajai Turnamen Astec Open 2008

Klub Jaya Raya Jakarta merebut enam gelar dalam Astec Open di GOR Asia-Afrika, Jakarta, pada 17-25 November. Empat nomor di tingkat remaja dan dua nomor di tingkat dewasa diraih Jaya Raya dalam final yang digelar pada tanggal 25 Nopember 2008. Kemenangan Jaya Raya diawali dengan Bellaetrix Manuputy, yang menaklukkan Maria Elfira (Djarum) di nomor tunggal putrid remaja.

Meski begitu, penampilan keduanya dinilai masih belum maksimal. Menurut Retno Kustiyah, Ketua Harian Jaya Raya, penampilan keduanya dinilai masih belum maksimal. Penampilan para pebulutangkis muda kita, khususnya untuk nomor tunggal putri, belum menunjukkan kualitas yang terbaik. Retno berharap sejak usia muda para pebulutangkis ini mampu tampil bagus supaya jenjang prestasinya dapat semakin meningkat.

Sedang ketua anitia penyelenggara turnamen, Susy Susanti, merasa senang melihat antusiasme pebulutangkis di turnamen ini. Tahun ini adalah untuk kali keempat turnamen Astec Open digelar. Sekitar 1.700 peserta, termasuk atlet AS, Filipina, Singapura, dan Prancis, ikut serta. Namun, langkah mereka mentok di babak perempat final.

Menurut Susy, yang meraih medali emas tunggal putri di Olimpiade Barcelona 1992, para peminat bulutangkis terbukti sangat banyak. Mudah-mudahan ini sekaligus dapat dijadikan sebagai sosialisasi agar cabang ini tetap dipertandingkan di olimpiade. Setuju deh !



AddThis Feed Button

Saturday, June 28, 2008

Maria Kristin: Sayang Inggris Tak Lolos Piala Eropa

Siapa sangka pebulutangkis Maria Kristin (23) ternyata penggemar tim sepakbola Inggris. Maria kecewa karena Inggris tak ikut berlaga pada Piala Eropa 2008 di Austria – Swiss.

“Saya senang permainan Inggris. Tapi, ya sudah sejak awal Inggris tidak masuk Piala Eropa. Sayang sekali memang,” tuturnya disela persiapan Indonesia Open.

Menonton sepakbola, bagi Maria Kristin, merupakan salah satu cara untuk menjernihkan pikiran di tengah kesibukan berlatih bulu tangkis. Maklum, agenda pertandingan bulutangkis tahun ini relatih banyak.

Setelah kejuaraan Piala Thomas-Uber, Maria Kristin langsung bersiap untuk Indonesia Open. Setelah itu, dia masih harus berlatih lagi untuk menghadapi Olimpiade Beijing pada Agustus 2008.

Karena kesibukan itu pula Maria Kristin tak bisa menonton semua pertandingan sepakbola Piala Eropa. Menurut Maria, dia paling-paling hanya hanya Sabtu malam bisa nontonnya, karena pas tidak ada latihan.

Karena tidak ada tim yang dijagokan, Maria acap menghabiskan waktu senggang dengan berjalan-jalan atau nonton film. Maria paling suka nonton film laga, yang penuh dengan adegan kekerasan. Hmmm…, koq nggak sesuai dengan sifatnya yang lemah gemulai dan cenderung pendiam ya?



Add to Technorati Favorites

AddThis Feed Button