Showing posts with label cabang karate. Show all posts
Showing posts with label cabang karate. Show all posts

Sunday, January 18, 2009

Masih Bisa Disinergikan Antara Pelatnas dan PAL

Rita Subowo, Ketua Umum KONI/KOI mengungkapkan, pihaknya bersedia menyinergikan program pelatnas dengan Program Atlet Andalan atau PAL yang diluncurkan pemerintah.

Hal itu diungkapkan Rita dalam forum pertemuan bersama Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault dengan pengurus cabang olahraga di Jakarta, Kamis (15 Januari).

Menurut Rita, sebagai stakeholder olahraga, KONI memang harus duduk bersama. PAL bisa dilaksanakan secara bersamaan dengan pelatnas. Sekarang KONI tinggal membicarakan masalah teknis peninergian antara PAL dengan pelatnas.

Sedang Menegpora menanggapi usulan dana pelatnas, menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa memenuhi permintaan KONI karena pemerintah sudah tidak punya dana lagi. Untuk anggaran pelatnas, KONI mengajukan Rp. 353 miliar.



AddThis Feed Button

Thursday, January 15, 2009

Kejurnas Yunior dan Usia Dini Digelar FKTI

Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI) yang berdiri sejak tahun 1970 kembali akan menggelar Kejuaraan nasional Karate Tradisional Yunior dan Usia Dini mulai Sabtu (24 Januari) hingga Minggu (25 Januari) di Gedung Senam Raden Inten, Jakarta Timur.

“Hingga saat ini, dari 24 koordinator daerah (Korda) FKTI yang ada di Indonesia, baru 12 korda yang memastikan keikutsertaan. Mungkin paling banyak hanya 14-15 korda yang ambil bagian di kejurnas kali ini,” ucap K. Bambang Setiadi, Ketua Kejurnas Karate Tradisional Yunior dan usia Dini.

Dalam Kejurnas Karate Tradisional 2009 yang akan memperebutkan Piala SECOM II dan Piala Gubernur II akan dipertandingkan nomor fukugo (kombinasi), kata (jurus), dan kumite (tarung bebas) untuk kategori yunior. Kategori ini terdiri dari tingkat SMP (13-15 tahun) dan tingkat SMA (16-18 tahun).

Sedang untuk usia dini, batas usianya dari 9 tahun sampai 12 tahun, akan mempertandingkan nomor kata dan kumite.



AddThis Feed Button

Saturday, November 29, 2008

Dua Misi Sekaligus di Piala Kasad 2008

Kejuaraan nasional dua tahunan karate Piala Kasad, yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, 4-6 Desember, mengemban dua misi. Pertama, mencari bibit-bibit karateka muda yang akan menggantikan karateka senior. Kedua, seleksi atlet untuk berlaga di Malaysia Open dan mengikuti Program Atlet Andalan (PAL).

Karena itulah, kejuaraan ini diikuti sekitar 1.000 karateka yang berasal dari 33 Pengda, 25 perguruan karate, dan satu tim perwakilan Kodam. Bahkan, menurut Maju Daryanto Hutapea, Kabid Binpres PB Forki, para karateka kita yang baru saja mengikuti turnamen di Jepang beberapa waktu lalu juga akan turun di ajang ini.

Maju berharap event yang mempertandingkan 17 nomor, yakni kata perorangan putra dan putri, kata beregu putra dan putrid, kumite putra delapan kelas, dan kumite putrid lima kelas, akan mampu menelorkan karateka muda berbakat. Mereka diharapkan bisa menggantikan atlet senior yang masih sulit dilewati, seperti Umar Syarief (meski sudah berusia 32 tahun, masih eksis sampai sekarang, dan belum ada yang bisa melewati).

Ajang ini juga dimanfaatkan sebagi seleksi para atlet untuk mengikuti PAL. Masih menurut Maju, karateka terbaik dari Piala Kasad akan mengikuti turnamen di Malaysia pada pertengahan Desember dan mereka juga akan diikutsertakan di dalam PAL.

Namun, Maju menambahkan, meski PAL menguntungkan Forki, hingga saat ini belum ada kejelasan dari KONI tentang para atlet yang akan masuk ke pelatnas SEA Games 2009. Nah lho, koq bisa ya?



AddThis Feed Button